#dikatrip : Mengintip Keelokan Wisata Nusantara Desa Pariangan Tanah Datar Sumatera Barat

Januari lalu saya dan teman-teman berkesempatan kembali mengunjungi tanah minang Sumatera Barat. Getaway dari rutinitas yang melelahkan (Lelah di-PHP-in si doi, lelah gagal move on dan lelah yang gak penting lainnya *skip*). Intinya sih escape to somewhere, pengen santai kayak di pantai, back to nature lah pokoknya.

Destinasi andalan buat menikmati keelokan alam nusantara yang paling dekat dan low budget yaitu Sumatera Barat. Nah, baru-baru ini kita dihebohkan dengan sebuah artikel yang menyebutkan sebuah desa yang terletak di Provinsi Sumatera Barat tepatnya di Kabupaten Tanah Datar Kecamatan Pariangan yang dikukuhkan oleh media pariwisata asing Travel Budget Amerika Serikat sebagai salah satu desa terindah di dunia. Bahkan berita ini juga telah diulas di sebuah stasiun televisi swasta di Indonesia. Wow! Emeijing!

Rasa penasaran semakin membuat hasrat perjalanan kali ini menggebu-gebu. Kaki yang gatal semakin gatal ingin segera menjejakkan kaki di bumi andalas.

Minggu pagi yang sejuk dan cerah, saya dan kawanan meluncur menuju Tanah Datar, lokasi desa Pariangan ini berada. Menyusuri setiap lekuk jalanan di tepian danau singkarak serta sesekali hamparan sawah nan hijau menyapa di kejauhan.

Menempuh perjalanan sekitar kurang lebih 1 jam dengan jarak tempuh 36 km dari kota Bukittinggi tempat kami bermalam, kamipun sampai di Desa Pariangan. Memasuki sebuah gapura, melewati jalanan yang kecil kami disambut sebuah masjid tua yang berdiri gagah dikelilingi rumah-rumah penduduk yang bertingkat-tingkat mengikuti kontur lereng gunung marapi. Tersedia pula undakan sebagai akses menuju rumah-rumah penduduk yang letaknya lebih tinggi yang terlihat seolah membelah perkampungan yang padat ini menjadi pemandangan yang memiliki nilai esetika tersendiri.

Sedikit mengulas sejarah desa ini, konon ceritanya pariangan merupakan asal muasal masyarakat minangkabau itu sendiri yang artinya Pariangan menjadi nagari tertua di Ranah Minang. Tak heran, jika memasuki desa ini akan terasa seperti menjelajah di sebuah perkampungan desa kuno dengan masyarakat yang memegang teguh aturan adat istiadat. Seperti yang kita tau, tanah minangkabau sangat kuat dalam kepariwisataan budayanya. Apalagi setelah hadirnya objek wisata Desa Pariangan ini, semakin menambah daftar destinasi wisata yang kaya akan sejarah dan budaya.

Tidak jauh dari pemandangan hijau, desa ini juga menyuguhkan scenery alam yang begitu memukau mata. Sejauh mata memandang hamparan sawah nan hijau dengan terasering yang rapi membuat kami betah dan ingin berlama-lama menikmati bentangan alam sembari menikmati semilir angin yang sejuk. 

Image_sumber : google

Tidak heran, desa ini dinobatkan sebagai salah satu desa terindah pada pertengahan 2012 lalu oleh media internasional dengan panorama yang menyuguhkan keindahan serta budaya dan arsitektur bangunan yang merupakan warisan budaya peninggalan nenek moyang nagari Desa Pariangan itu sendiri. 

Masih banyak spot-spot menarik serta cagar budaya lainnya yang belum sempat kami eksplore di Desa Pariangan yang masyarakatnya riang-riang ini. Bagi kamu yang tertarik ingin berkunjung ke tempat ini, yuk atur waktu dan persiapkan budget mu! Jangan lupa jaga kebersihan ya. Cintai alam, cintai lingkungan, cintai mantan. #eh #jlebb #cobuarkekbondar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s